Catatan Dahlan Iskan: Timtim Maduro

2 months ago 75
 Timtim Maduro - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com/GenPI.co

GenPI.co - Anak muda inilah yang membuat saya tidak menulis soal ditangkapnya Presiden  Nicolas Maduro. Padahal serangan kilat itu amat  dramatik. Pelakunya pasukan Amerika. Lokasinya di negaranya Maduro: di  Venezuela --di ibu kotanya: Karakas.

Nama anak muda itu: Efatha Filomeno Borromeu Duarte. Ia menulis soal serangan itu  dengan sangat bagusnya. Istimewa. Saya tidak mungkin bisa menulis soal itu lebih baik dari Efatha. Dan lagi tulisan Efatha sudah beredar sangat  luas. Dari WA ke WA --termasuk WA Anda dan saya.

Saya pun memberikan pujian langsung kepadanya. Ia merendah. Ia merasa terharu atas pujian saya itu. Tapi saya jujur: tulisan Efatha memang luar biasa. Judulnya Anda sudah tahu. Agak panjang: Operasi 300 menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Gagal Sukses

Efatha baru berumur 31 tahun. Ia terlihat sangat menguasai masalah. Utamanya soal pertahanan dan persenjataan.

"Saya dosen geostrategi dan geopolitik," ujar Efatha. "Kebetulan juga mengajar terorisme dan kekerasan politik," tambahnya.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Jon Moses

Karena itu Efatha harus mempelajari dunia persenjataan. Apalagi ia sendiri sangat senang mengamati dinamika perang.

"Master saya di bidang ilmu pertahanan," ujar Efatha. Yakni di Universitas Brawijaya, Malang.

BACA JUGA:  Catatan Harian Dahlan Iskan: Tiga Serangkai

Belum sebulan lalu Efatha meraih gelar doktor. Masih sedikit umur 31 sudah menjadi doktor. Judul disertasinya: Hakekat Pengaturan Robot dan Kecerdasan Buatan di Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Read Entire Article
Kuliner | Cerita | | |