GenPI.co - Debanking. Unbanked. Itu dua hal yang berbeda. Yang lagi digugat Donald Trump adalah praktik Debanking. Yakni seperti yang dilakukan bank JP Morgan Chase pada diri dan perusahaannya.
Trump menggugat JP Morgan USD5 miliar. Trump dan perusahaannya tidak bisa lagi punya rekening di bank JP Morgan. Trump merasa itu merugikannya: menurunnya kepercayaan dari bank lain kepada dirinya.
Gugatan ke pengadilan di Florida itu masih dalam proses. Semua pihak menunggu putusan hakim.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Belah Tiga
Setidaknya Trump pernah mempersoalkan tiga bank yang telah melakukan praktik debanking: JP Morgan, Capital One, dan Bank of America. Tapi baru JP Morgan yang ia gugat ke pengadilan.
Dalam melakukan debanking, bank tidak pernah memberi tahu detail: mengapa nasabahnya di-debanking. Biasanya hanya diberi tahu secara umum. Nasabah harus menutup rekeningnya karena berisiko bagi bank.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Transformasi Ngambek
Trump menilai alasan debanking atas diri dan perusahaannya itu sangat politik. Itu terjadi setelah peristiwa penyerbuan Gedung Kongres oleh pengikut Trump 6 Januari 2020.
Pernah sekali terjadi: dalam gugatan seperti itu bank kalah. Itu di Inggris. Sudah lama lalu. Bank kurang teliti. Bank berterus terang melakukan debanking karena alasan politik. Padahal politik tidak boleh dipakai untuk mendiskriminasi nasabah.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: HWW
Tapi gugatan-gugatan serupa di kemudian hari bank selalu menang. Tidak ada bank yang kalah. Hak bank untuk memilih siapa nasabahnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































