Catatan Dahlan Iskan: Jon Moses

1 month ago 36
 Jon Moses - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com/GenPI.co

GenPI.co - Tidak akan ada Zohran Mamdani kalau tidak ada Robert Moses.

Anda sudah sangat kenal Moses –apalagi Anda: para wali kota, arsitek, dan mahasiswa jurusan perencanaan tata kota.

Meski Moses sudah lama meninggal (tahun 1981), gerakan anti-Moses terus hidup di New York. Berkembang. Zohran, wali kota baru New York, adalah generasi penerus gerakan anti-Moses.

BACA JUGA:  Catatan Harian Dahlan Iskan: Tiga Serangkai

Awalnya Robert Moses bukan siapa-siapa kalau tidak direkrut oleh gubernur negara bagian New York, Al Smith. Ia ibarat Tri Rismaharini, yang ternyata hebat setelah direkrut wali kota Surabaya Bambang D.H. –lalu Bu Risma jadi wali kota yang merombak Surabaya.

Moses merombak New York. Dalam skala lebih besar. Sangat besar. Boleh dikata Moses-lah ''bapak pembangunan kota New York''. Setidaknya ia dapat gelar ''bapak infrastruktur kota New York".

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Jalur Kekeluargaan

Moses dikenang sampai sekarang. Diabadikan di buku. Di film. Di ingatan orang New York.

Baik dan buruknya. Senang dan bencinya. Hampir sama besarnya.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Hitung Mundur

Moses Yahudi keturunan Jerman yang lahir di New Heaven --hanya dua blok dari kampus Yale University.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Read Entire Article
Kuliner | Cerita | | |