GenPI.co - Fenomena amblesan tanah atau sinkhole di pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, karena proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan amblesan tanah atau sinkhole di Sumbar itu terjadi akibat proses erosi buluh yang tidak secara tiba-tiba.
“Tim mendapati lokasi kejadian berada pada endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung dan bukan pada batuan batu gamping sebagaimana umumnya sinkhole terbentuk,” kata dia, Rabu (7/1).
BACA JUGA: Geger Sinkhole Lubang Raksasa Muncul di Sumbar, Ahli Sebut Sering Terjadi
Lana menjelaskan lapisan batuan ini memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung.
Di bagian bawah berupa batu gamping malihan yang bersifat kedap air.
BACA JUGA: Permen Karet Xylitol Bisa Mencegah Bakteri Penyebab Gigi Berlubang dan Menjaga Fokus
Kondisi ini memicu aliran air tertahan dan menggerus lapisan tanah di atasnya.
“Selain faktor jenis batuan, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut, yakni sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun, turut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan,” beber dia.
BACA JUGA: Heboh! Muncul Lubang Misterius di Blitar, Telan Air Sungai hingga Surut
Di sisi lain, dia mengungkapkan sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota ini bukan disebabkan oleh runtuhan batu gamping.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

















































