GenPI.co - Disparpora mematok target destinasi wisata Aceh Tamiang mulai beroperasi, setelah Lebaran Idulfitri 2026.
Kabid Pariwisata dan Ekonomi Disparpora Aceh Tamiang Thamrindu Lubis mengatakan destinasi wisata lumpuh, pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
“Tidak ada wisatawan. Pengunjung nol, baik di destinasi air terjun dan wisata bahari,” katanya dikutip dari Antara, Senin (2/2).
BACA JUGA: 26 Desa Masih Terisolasi di Aceh Tengah, Akibat Jembatan Putus dan Longsor
Sebelum bencana, jumlah wisatawan mencapai 1.000 orang per pekan di satu objek wisata. Sementara itu, angka kunjungan per tahun sebanyak 70 ribu orang di 14 destinasi.
Dia mengungkapkan untuk wisatawan terbanyak di Pemandian Sungai Gunung Pandang Tenggulun, yakni 600 orang per pekan.
BACA JUGA: Ngeri! Tanah di Aceh Tengah Terus Ambles Sejak 20 Tahun, Jalan Utama Terancam Putus
Kemudian, sebanyak 800 pengunjung ke Pantai Pulau Rukui, di Pesisir Banda Mulia, per pekannya.
“Belum ada pergerakan wisata. Sebab, ada kendala akses jalan menuju destinasi yang penuh lumpur dan kayu,” tuturnya.
BACA JUGA: Banjir Susulan Terjang Aceh Timur, 69 Rumah Dilaporkan Rusak
Thamrindu mengaku butuh waktu lama memulihkan destinasi pariwisata yang terdampak bencana. Termasuk, wisata air terjun yang dipenuhi batang kayu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































