GenPI.co - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara minta maaf ke Presiden Prabowo Subianto dan Mensos Saifullah Yusuf, atas pernyataannya soal penonaktifan BPJS Kesehatan PBI.
“Saya mohon maaf kepada bapak Presiden dan Menteri Sosial atas pernyataan kami,” katanya dikutip dari Antara, Senin (16/2).
Sebelumnya, Jaya Negara menyebut penonaktifan BPJS Kesehatan PBI merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto, melalui Mensos Saifullah Yusuf.
BACA JUGA: Legislator PDIP Sebut Negara Mampu Terapkan BPJS Kesehatan Gratis
Jaya Negara mengaku tidak memiliki niat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, sebagaimana yang dikatakan Mensos.
Dia menjelaskan pernyataannya itu, terkait Inpres Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
BACA JUGA: 106.000 BPJS PBI Direaktivasi Khusus Berpenyakit Katastropik, Mensos: Sifat Sementara
“Maksud kami, Bapak Presiden menerbitkan instruksi nomor 4 2025 mengenai DTSEN. Tujuannya guna meningkatkan akurasi data, agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Jaya Negara mengungkapkan ada 24.401 jiwa warganya yang masuk dalam penerima manfaat BPJS Kesehatan PBI.
BACA JUGA: Menkeu Siap Cairkan Rp 15 Miliar untuk Reaktivasi BPJS PBI, Tetapi Ada Syaratnya
Dia langsung koordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan kembali data puluhan ribu warganya itu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































