GenPI.co - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti kasus siswa SD di NTT, dengan menyinggung iuran Dewan Perdamaian sebesar Rp 17 triliun.
Rocky Gerung awalnya menyoroti kasus siswa SD di NTT yang memilih untuk bunuh diri, karena tak dibelikan buku dan pena oleh ibundanya.
“Anak usia 10 tahun ini menulis surat kepada ibunya, ‘Ibu saya pergi dulu, Ibu tidak perlu bersedih,’” katanya, dikutip dari akun YouTube miliknya, Sabtu (6/2).
BACA JUGA: Praseyo Hadi Minta Pemda Proaktif Cek Warganya, Menyusul Kasus Siswa SD di NTT
Dia pun membandingkan harga buku dan pena dengan sumbangan Indonesia kepada Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.
“Harga buku itu berapa? Rp 10 ribu. Rp 10 ribu itu berapa per mill dari Rp 17 triliun yang disumbangkan Prabowo kepada Donald Trump,” ujarnya.
BACA JUGA: Orang Tua Siswa SD di NTT, Tidak Diberi Bansos Kemensos
Rocky Gerung kemudian menyindir adanya ketidakberesan yang terjadi dalam Republik Indonesia saat ini.
Sebelumnya, seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di Pohon Cengkih. Korban ditemukan pada Kamis (29/1) lalu.
BACA JUGA: Legislator PDIP Soal Kasus Siswa SD di NTT, Jadi Tamparan Keras Negara
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan motif korban melakukan tindakan tersebut, karena faktor ekonomi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































