GenPI.co - PSSI akan menindak tegas tindakan kekerasan di lapangan hijau menyusul insiden brutal yang terjadi pada Liga 4 PSSI Jawa Timur.
Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Umar Husin menyatakan pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar harus dijatuhi hukuman berat setelah melakukan tendangan ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha.
Insiden tersebut terjadi pada pertandingan PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung dan dengan cepat viral di media sosial.
BACA JUGA: PSSI Ungkap Alasan John Herdman Pilih Timnas Indonesia dan Tolak CONCACAF
BACA JUGA: Belajar dari Shin Tae Yong, PSSI Ingin Cetak Pelatih Lokal Selevel Nova Arianto
Pada tayangan video yang beredar, Muhammad Hilmi terlihat melakukan tendangan keras menyerupai tendangan kungfu ke arah dada Firman Nugraha saat kedua pemain berusaha berebut bola di area tengah lapangan.
Gelombang kecaman publik pun mengalir deras. Menyusul sorotan tersebut, manajemen PS Putra Jaya mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak Muhammad Hilmi.
BACA JUGA: Rumor Herdman dan Van Bronckhorst Menguat, PSSI: Silakan Dipertimbangkan Sendiri
Menanggahi hal itu, Umar mengatakan tindakan keras dan brutal tidak memiliki tempat dalam sepak bola Indonesia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































