GenPI.co - Rencana perdamaian ASEAN (Konsensus Lima Poin) gagal menghentikan perang saudara di Myanmar.
Namun, hasil pemilu terbaru di Myanmar tetap menawarkan peluang untuk memulai dialog.
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan ASEAN akan mencoba membangun kembali hubungan dengan pemimpin baru Myanmar.
BACA JUGA: Junta Myanmar Siap Gelar Pemilu, Rakyat Terjebak di Tengah Perang Saudara
Menurut Sihasak, hal itu menjadi titik awal untuk rekonsiliasi dan perdamaian yang lebih luas.
"Kami tidak bermaksud mengisolasi Myanmar. Kami ingin membawa Myanmar kembali ke keluarga ASEAN," ujarnya, dilansir AP News, Rabu (4/1).
BACA JUGA: Kasus Rohingya Mengemuka di Mahkamah Internasional, Myanmar Bantah Tuduhan Genosida
Sihasak mengatakan jika Myanmar menunjukkan upaya nyata untuk meredakan ketegangan dan kekerasan, ASEAN siap mempererat kerja sama.
Misalnya, pembatasan delegasi politik Myanmar dalam pertemuan tahunan ASEAN akan dicabut secara bertahap.
BACA JUGA: SEA Games 2025: Sebelum Lawan Myanmar, Timnas Indonesia U-23 Bisa Tersingkir
"Myanmar harus menghentikan serangan terhadap warga sipil dan menghindari penggunaan serangan udara yang merugikan masyarakat. Ini menjadi tolok ukur bagi kami," tuturnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































