GenPI.co - Pemanasan global terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Para ilmuwan memperingatkan kondisi ini akan memicu cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens.
Sebelas tahun terakhir juga tercatat sebagai masa terpanas dalam sejarah pengamatan iklim.
Kenaikan suhu global memperparah gelombang panas dan berbagai cuaca ekstrem lainnya.
BACA JUGA: 109 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Delay karena Cuaca Buruk , 31 Dialihkan
Hal itu membahayakan manusia dan memicu kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
"Tiga tahun terakhir menunjukkan percepatan pemanasan yang tidak konsisten," kata Kepala Ilmuwan Berkeley Earth Robert Rohde, dilansir AP News, Rabu (4/1).
BACA JUGA: Pelayaran di Labuan Bajo Ditutup karena Cuaca Ekstrem, KSOP Fokus Keselamatan
Rohde menyebut hampir seluruh pemanasan global disebabkan emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.
Namun, lonjakan suhu dalam tiga tahun terakhir juga dipengaruhi berkurangnya polusi jelaga dari kapal laut dan kemungkinan dampak letusan gunung berapi bawah laut pada 2022.
BACA JUGA: Jenazah Pendaki Gunung Slamet Akhirnya Berhasil Dievakuasi, Sempat Terkendala Cuaca
Kepala Bidang Iklim Strategis Copernicus Samantha Burgess menilai penyebab utama pemanasan global sudah jelas, yakni pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































