GenPI.co - Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Alhabsyi menyoroti maraknya penyalahgunaan Whip Pink alias gas Nitrous Oxide (N2O) di kalangan anak muda.
Aboe awalnya mengungkapkan catata kritis mengenai alokasi anggaran laboratorium di BNN, yang terkonsentrasi pada penguatan sarana drug signature analysis.
Dia meminta penjelasan detail Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, terkait efektivitas saran itu dalam pemetaan jaringan narkoba.
BACA JUGA: PKS Soal E-Voting di Pilkada, Perlu Dibahas dengan Kepala Dingin
Sebab, usulan alokasi anggaran untuk drug signature analysis sangat besar, yakni mencapai Rp 55,74 miliar.
“Ini sangat besar, hampir menyerap 93 persen dari total anggaran bidang laboratorium. Mohon penjelasannya Pak,” katanya saat rapat kerja di Kompleks Parleman, Senayan, Selasa (3/2).
BACA JUGA: PKS Pengin Dengar Rakyat, Soal Usulan Pilkada Melalui DPRD
Politikus PKS tersebut mempertanyakan apakah sarana itu, bisa mendeteksi ancaman narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) dan jaringan internasional.
Aboe pun mengaku mengkhawatirkan mengenai maraknya pemakaian whip pink, yang digandrungi para remaja, untuk merasakan efek euforia.
BACA JUGA: Kepergok saat Mencuri, Pelaku Bunuh Anak Politisi PKS karena Terlilit Utang Kripto
“Tabung ini kayaknya lebih tren di kalangan remaja, Pak. Remaja juga, masyaallah, whip pink, bermain dan semakin di daerah makin gila,” ujarnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































