GenPI.co - Kamboja menuduh Thailand telah menguasai sebuah desa perbatasan yang disengketakan.
Tuduhan tersebut disampaikan Kamboja dengan menyebut tindakan Thailand sebagai upaya aneksasi wilayah.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung puluhan tahun ini kembali memanas tahun lalu dan sempat meletus menjadi bentrokan militer.
BACA JUGA: Warga Sipil Terjebak di Tengah Konflik Thailand-Kamboja, Trump Janji Turun Tangan
Pertempuran pada Desember lalu dilaporkan menewaskan puluhan orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Kamboja dan Thailand menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember dengan komitmen membekukan pergerakan pasukan dan menghentikan bentrokan selama tiga pekan.
BACA JUGA: Thailand Bombardir Kota Kasino Kamboja, ASEAN dan China Dorong Perdamaian
Namun, Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra menyebut militer Thailand justru mulai melakukan aneksasi ilegal wilayah Kamboja, khususnya di Desa Chouk Chey.
"Pasukan Thailand merusak bangunan sipil, memasang kawat berduri, dan mengibarkan bendera nasional Thailand di wilayah yang disengketakan," ujarnya, dilansir AFP, Senin (5/1).
BACA JUGA: Negosiasi Perbatasan Mandek, Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata
Dia mengatakan Kamboja tidak akan mengakui perubahan garis batas, apa pun yang terjadi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































