GenPI.co - Pemerintah Inggris tengah menyusun panduan mengenai waktu penggunaan layar bagi anak-anak sekaligus menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat belajar utama di sekolah.
Inggris tidak ingin anak-anak menghabiskan waktu lebih lama di depan layar daripada yang diperlukan untuk kepentingan pendidikan.
Menurut Menteri Pendidikan Inggris Bridget Phillipson, alat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) harus diperlakukan berbeda dengan penggunaan telepon seluler di sekolah.
BACA JUGA: Sekolah Unggulan Inggris Didominasi Anak Kaya, Siswa Kurang Mampu Sulit Bersaing
"AI berpotensi membawa lompatan terbesar dalam pembelajaran selama berabad-abad," katanya, dilansir PA Media, Selasa (3/1).
Meski demikian, dia menyebut pentingnya standar ketat bagi perusahaan teknologi yang mengembangkan perangkat AI untuk dunia pendidikan.
BACA JUGA: Akui Ressa Anak Kandung, Denada Biayai Sekolah dan Beri Kasih Sayang
"Perdebatan mengenai penggunaan layar oleh anak-anak tengah berlangsung secara global," ucapnya.
Pernyataan itu muncul setelah pemerintah mengumumkan konsultasi nasional terkait kesejahteraan anak di dunia maya.
BACA JUGA: DPR Sambut Gagasan Prabowo, Siap Dorong Sekolah Dilengkapi Lapangan Bola
Langkah tersebut menyusul seruan sejumlah anggota parlemen lintas partai untuk memberlakukan larangan media sosial ala Australia bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































