GenPI.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang (HDCU) mencatatkan sejarah baru.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2014, angka kemiskinan di Sumsel berhasil ditekan hingga satu digit, dari 10,15 persen pada 2024 menjadi 9,85 persen pada 2025.
Capaian tersebut terungkap dalam rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel yang disampaikan Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, pada Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumsel Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung, Kamis (5/2/2026) siang.
BACA JUGA: Jalan Khusus Batubara Beroperasi, Pemprov Sumsel Tingkatkan Pengawasan
Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru yang didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang menyampaikan bahwa rilis statistik nasional menunjukkan Sumsel berada di jalur yang tepat, tidak hanya dalam penurunan angka kemiskinan, tetapi juga dalam pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,11 persen, sementara Sumsel mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,35 persen dan menjadi kontributor ketiga terbesar di Pulau Sumatera setelah Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.
BACA JUGA: Herman Deru Jamin Groundbreaking Pelabuhan Samudera Tanjung Januari, Sumsel Makin Maju
“Pertumbuhan Kepulauan Riau ditopang sektor industri, sementara Sumsel tumbuh secara inklusif. Kita memiliki pertambangan, pertanian, industri pengolahan hingga real estat. Ini menandakan pertumbuhan pembangunan perumahan yang sangat signifikan,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan bahwa Sumsel merupakan bingkai besar dari kontribusi seluruh kabupaten dan kota. Setiap fluktuasi angka statistik, baik naik maupun turun, merupakan hasil kontribusi bersama seluruh daerah di Sumsel yang pada akhirnya juga mempengaruhi capaian nasional.
BACA JUGA: Gerakkan Literasi Keuangan, Feby Deru Raih Penghargaan OJK Sumsel
Menurut Herman Deru, penurunan angka kemiskinan ini merupakan buah kerja kolektif seluruh perangkat pemerintahan dan pemangku kepentingan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































