GenPI.co - Waketum DPP PKB Hanif Dhakiri menyatakan partainya tidak akan masuk urusan internal yang terjadi di Nahdlatul Ulama (NU).
Hanif mengatakan PKB punya ikatan historis dan ideologis yang tak bisa dilepaskan dari NU. Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pun menyebut PKB “telurnya NU”.
“PKB sebagai anak, tidak mungkin lepas tangan. Tetapi, cinta tak berarti mencampuri. PKB tidak akan masuk urusan internal,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (6/2).
BACA JUGA: Cak Imin PKB Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto 2 Periode Jadi Presiden
Dia menyampaikan PKB melihat dinamika di tubuh PBNU, sebagai momentum konsolidasi dan pembaruan.
Pembaruan dalam aspek kelembagaan, tata kelola, hingga kepemimpinan. Momentum ini pun diperlukan, agar NU tetap kokoh dalam pelayanan keumatan dan kebangsaan.
BACA JUGA: PKB Tunjuk Manarul Hidayah Jadi Plt Ketua Dewan Syura, Pengganti Ma’ruf Amin
Hanif menuturkan Nahdlatul Ulama merupakan pilar moderasi Islam, perekat sosial, sekaligus penyangga moral bangsa.
“Kalau NU melemah secara kelembagaan, konsolidasi, dan arah kepemimpinan, risikonya terhadap warga NU, serta masa depan Indonesia,” ujarnya.
BACA JUGA: PKB Soal Penghapusan Ambang Batas Parlemen, Bakal Tambah Jumlah Partai di DPR
Hanif menyatakan Nahdlatul Ulama penting untuk negara, pemerintah, maupun masa depan bangsa Indonesia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































