GenPI.co - Eks Wakil Menlu Dino Patti Djalal menyatakan tidak setuju Indonesia membayar Rp 17 triliun iuran Dewan Perdamaian untuk menjadi anggota permanen.
Dino Patti Djalal mengatakan sikapnya tidak berubah terhadap organisasi gagasan Presiden AS Donald Trump tersebut.
Dia menilai piagam Dewan Perdamaian banyak kejanggalan, sehingga Indonesia perlu mewaspadai langkah Donald Trump.
BACA JUGA: Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Sugiono Soal AS Terhadap Venezuela
“Waspadai agenda Israel untuk membungkam Palestina, dan selalu jaga opsi keluar dari Dewan Perdamaian,” katanya dikutip dari akun X miliknya, Sabtu (7/2).
Dino mengaku tidak terlalu optimistis Dewan Perdamaian berhasil mewujudkan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
BACA JUGA: Dino Patti Djalal Dipangil KPK, Wagub Riza Buka Suara, Tegas
Tetapi, dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2802 dalam butir 2, ada sedikit peluang untuk mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina.
“Peluang itu pasti akan dihadang Israel. Jadi, perlu untuk mendukung peluang itu melalui Dewan Perdamaian,” ujarnya.
BACA JUGA: KPK Garap Dino Patti Djalal Terkait Kasus Formula E
Dia mengaku sudah lama mengenal Prabowo Subianto, dan menjaga hubungan baik, serta saling hormat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































