Aliansi Teluk di Ujung Tanduk, Arab Saudi dan UEA Tidak Lagi Sejalan

1 month ago 35
Aliansi Teluk di Ujung Tanduk, Arab Saudi dan UEA Tidak Lagi Sejalan - GenPI.co
Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi kerap menampilkan diri sebagai dua kekuatan Teluk yang bergerak bersama. Foto: Reuters

GenPI.co - Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi kerap menampilkan diri sebagai dua kekuatan Teluk yang bergerak bersama dalam memproyeksikan pengaruh geopolitik serta ekonomi.

Namun, di balik kesan keselarasan itu, rivalitas UEA-Saudi dinilai terus menguat dan kini makin terbuka ke permukaan.

Persaingan tersebut mencapai titik kritis, terutama di Yaman, setelah akumulasi perbedaan pandangan selama bertahun-tahun terkait kepentingan strategis yang saling bertabrakan.

BACA JUGA:  Rekan Thom Haye Cetak Gol Roket, Maroko Juara Piala Arab 2025

Perbedaan itu mencakup isu jalur perairan regional, pengaruh politik lintas kawasan, dan manuver diplomatik di pusat kekuasaan global seperti Washington.

Relasi personal yang erat antara Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan selama ini dipandang sebagai fondasi utama aliansi kedua negara.

BACA JUGA:  Tito Karnavian Sebut Bantuan Uni Emirat Arab Akan Disalurkan Muhammadiyah

Bahkan, Sheikh Mohamed disebut sebagai figur mentor bagi Pangeran Mohammed.

Namun, seiring berjalannya waktu, ambisi masing-masing pemimpin tampak bergerak ke arah yang berbeda.

BACA JUGA:  Tolak Tawaran Rp 195 Triliun dari Arab Saudi, Barcelona Pilih Pertahankan Identitas

Reformasi ekonomi besar-besaran yang dijalankan Mohammed bin Salman di dalam negeri memunculkan spekulasi adanya keretakan hubungan dengan pemimpin UEA.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Read Entire Article
Kuliner | Cerita | | |